Karume, Teka-teki dari Tana Toraja


13669773061036469362
Tana Toraja, dok :www.guardian.co.uk
Karume merupakan salah satu kekayaan sastra yang dimiliki daerah Tana Toraja. Karume juga dapat digunakan sebagaai bagian dari pendidikan tradisional yang diwariskan ke generasi muda. Karume biasanya digunakan untuk bersenda gurau dengan teman sebaya dan digunakan orang tua kepada anaknya. Karume dapat mengasah kreativitas dan memperluas wawasan seseorang. Teka teki Toraja ini pun dapat dijadikan sebagai lawakan kepada khalayak ramai.
Berikut ini teka-teki (Karume ) yang berkembang di Toraja:
1. Allina kukalessekko
Dalam bahasa Indonesia artinya belilah saya maka akan kucekik dirimu
Apakah itu?
Jawabannya yaitu manik /rante yang artinya kalung
2. Banuanna nene’ki saratu pentiroanna
artinya rumahnya nenekku seratus penglihatannya
Jawabannya yaitu buria manuk (kurungan ayam)
3. Banuanna nene’ku tae’tu pentiroanna
Artinya rumahnya nenekku tidak ada penglihatannya
Jawabannya yaitu tallo (telur)
4.Bendan anna kondi’ , ma’dokko anna kalando
artinya yaitu berdiri tapi kelihatannya pendek, duduk tapi kelihatan tinggi
Jawabannya yaitu Asu ( anjing)
5.Da’dua lopi misa’ri tau ungkendekki
artinya dua perahu tapi hanya satu yang menaikinya
Jawabannya yaitu sandala’ (sandal)
6.Dibungka’ tang mekkondong , ditutu’ anna mekkondong
artinya dibuka tapi tidak melompat tapi ketika sudah ditutup baru dia melompat
Jawabannya yaitu bollok ( ingus)
7.Dikeke’ napakekke’
artinya kita yang digigit dia lalu kemudian dia membalas menggigit kita
Jawabannya yaitu lada ( cabe)
8. Dipesse’ posi’na anna lessek tu matanna
artinya dipencet pusarnya kemudian melototlah matanya
Jawabannya yaitu senter
9.Ditanan tangia tananan , diputu’ tangia putu’
artinya ditanam tapi bukan tanaman, dibungkus tapi bukan bungkusan
Jawabannya yaitu to mate ( orang yang dikubur)
10.Ditiro lalana, tang ditiro rupanna
artinya kita tahu arah jalannya tapi kita tak bisa melihat rupa fisiknya
Jawabannya yaitu angin
Inilah sebagian kecil dari teka teki yang berkembang di Toraja. Lucu dan memacu imajinasi. Namun sebagai salah satu putera daerah Toraja, terselip suatu kekhawatiran melihat budaya Karume semakin hari mulai ditinggalkan. Anak muda cenderung lebih tertarik kepada budaya- budaya barat . Oleh karena itu dibutuhkan peranan dari berbagai pihak terutama pemerintah lokal untuk menggencarkan pengenalan sastra Toraja terutama karume. Salah satunya yaitu dengan menggalakkan mata pelajaran muatan lokal yang berbau kebudayaan Toraja kepada pelajar . Jangan sampai anak muda kita menjadi orang asing di tengah kebudayaan tradisional Tana Toraja sendiri.
Salam
Mahasiswa Universitas Hasanuddin Makassar, Heriyanto Rantelino
Facebook:  Heriyanto Rantelino
Twitter: @Ryan_Nebula
1366650424820653282